![]() |
| Perjalanan Mengunjungi Makam Syech Kholil |
Menuntut ilmu merupakan bagian dari perintah agama, karena dengan ilmu, peradaban akan semakin maju dan berkembang ke arah yang lebih baik. Oleh karena itu, para ulama mencoba bangkit dengan sebuah pergerakan, dimana pendidikan pesantren sebagai basisnya.
Sumber ilmu tidak dapat hanya dipelajari di satu titik dan membutuhkan kerja keras. Itulah yang dapat dipelajari dari perjalanan Syech Kholil atau Syaikhona Kholil. Pada mulanya Beliau dididik dasar - dasar ilmu agama (akidah, syariah dan akhlak) oleh ayahnya sendiri, Kiai Abdul Latif.
Kemudian Syech Kholil atau Syaikhona Kholil memperdalam ilmu agama ke sejumlah pesantren di Bangkalan. Diantaranya Tuan Guru Dawuh di Desa Majaleh, Bangkalan yang terkenal metode pengajaran yang unik, dimana dalam memberi pelajarannya tidak harus menetap di pesantren. Kadang memberi pelajaran sambil berjalan mengelilingi Kota Bangkalan, kadang dibawah pohon, dipinggir sungai atau di atas bukit.
Kemudian Syech Kholil atau Syaikhona Kholil memperdalam ilmu agama ke sejumlah pesantren di Bangkalan. Diantaranya Tuan Guru Dawuh di Desa Majaleh, Bangkalan yang terkenal metode pengajaran yang unik, dimana dalam memberi pelajarannya tidak harus menetap di pesantren. Kadang memberi pelajaran sambil berjalan mengelilingi Kota Bangkalan, kadang dibawah pohon, dipinggir sungai atau di atas bukit.

