Showing posts with label Sumatera Barat. Show all posts
Showing posts with label Sumatera Barat. Show all posts

Perjuangan Syech Burhanudin dalam Menyebarkan Islam di Sumatera Barat (Edisi Ziarah Waliyuallah Sumatera Barat)

Makam Syekh Burhanudin dalam Renovasi
Besarnya peranan Syekh Burhanudin sebagai sosok yang dikaitkan dalam Islamisasi di Sumatera Barat dikaji oleh Prof Dr H Duski Samad Tuanku Mudo MA Guru Besar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang. Makalah mengenai pergerakan dan perjuangan Syekh Burhanudin menyebarkan agama Islam disajikan secara sistematis dari berbagai sumber sejarah.

Berbicara tentang perjuangan Syekh Burhanuddin dalam Islamisasi di Minangkabau terlebih dahulu harus dipahami bagaimana perjalanan sejarah Da’wah Islamiyah di Ranah yang terkenal dengan adat dan istiadatnya yang bersandar pada alam, Alam takabambang jadi guru. Beberapa ahli dan penulis sejarah selalu mengklasifikasikan perkembangan Islam pada masyarakat Minangkabau menjadi dua tahapan:

Pertama, melalui saudagar Arab dan India yang berkunjung untuk berdagang rempah-rempah dengan orang-orang di pulau Sumatera. Pada umumnya mereka beragama Islam dan pada saat yang sama mereka juga memperkenalkan Islam kepada penduduk setempat. Mereka menyiarkan Islam belum lagi secara terencana tetapi masih bersifat perseorangan dengan cara sembunyi-sembunyi.

Paham Dan karya Syekh Burhanudin (Edisi Ziarah Wali Sumatera Barat)

Gapura Makam Syekh Burhanudin di Ulakan, Tapakis

Syekh Burhanudin adalah tokoh yang luar biasa dalam menyebarkan agama Islam di Sumatera Barat. Kebesaran Syekh Burhanudin tetap abadi hingga kini ratusan tahun setelah Beliau meninggal. Makam Syekh Burhanudin di Ulakan, Sumatera Barat adalah tempat yang dikunjungi tak henti - henti oleh peziarah dari dalam negeri dan mancanegara. 

Keberadaan Makam Syekh Burhanuddin di tengah masyarakat merupakan sejarah yang tidak pernah dilupakan oleh murid-murid dan pengikutnya.hari wafat Syekh Burhanudin dijadikan tradisi Basyafa (Syekh Burhanuddin wafat pada hari ke-10 bulan Syafar tahun 1111 H (1691 M)). 

Istilah "Basyafa" diambil dari nama bulan kedua Hijriah, yakni bulan Safar. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Padangpariaman, Usman Labai, Basyafa adalah satu-satunya kegiatan rutin di Padangpariaman yang diikuti ratusan ribu warga berasal dari berbagai daerah.

Sosok Ulama Minangkabau, Syekh Burhanudin (Edisi Ziarah Wali Allah di Sumatera Barat)

Gapura Makam Syekh Burhanudin di Ulakan, Tapakis

Makam Syekh Burhanudin adalah makam di Sumatra Barat yang paling ramai didatangi para peziarah. 

Peziarah berdatangan tidak hanya dari wilayah Sumatra Barat tetapi juga dari seluruh Indonesia dan mancanegara. 

Jarak makam Wali Allah, Syekh Burhanudin dari kota Padang adalah 43,2 km dengan jarak tempuh 1 jam perjalanan. Lokasi makam Syekh Burhanudin terletak di Tapakis, Nagari Ulakan, Kecamatan Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. 

Berada di tepi jalan besar Jalan Pariaman Lubuk Alung - Pulau Air, apabila dari kota Padang maka mengambil jalan Padang - Bukit Tinggi lalu belok kiri mengambil  Jalan Pariaman Lubuk Alung - Pulau Air.

Makam wali Allah, Syech Burhanudin merupakan wisata ziarah yang menjadi tujuan pertama di Sumatera Barat. Berdasar Sumbaronline.com guna mengkaji sejarah hidup dan perjuangan Syekh Burhanuddin – Ulakan dalam mengembangkan ajaran Islam di Sumatera Bagian Tengah hingga Semenanjung Malaya dan Brunei Darussalam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman telah melaksanakan muzakarah / seminar sehari pada tanggal 17 Juli 2012. 

Berikut adalah salah satu tulisan mengenai sosok Syekh Burhanudin yang disajikan di seminar sehari tersebut berdasarkan makalah yang disajikan Prof Dr H Duski Samad Tuanku Mudo MA Guru Besar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang.

Peranan Syekh Burhanudin di Ulakan dalam Islamisasi Minangkabau (Edisi Ziarah Makam Wali di Padang, Sumatera Barat)

Gubah Makam Syekh Burhanudin di Ulakan

Makam Syekh Burhanudin di Ulakan, Sumatera Barat adalah tempat yang wajib dikunjungi ketika berwisata ke Kota Padang. Jaraknya yang tidak begitu jauh dengan waktu tempuh satu jam, makam Syekh Burhanudin menyimpan peninggalan sejarah dan arkeologi Islam yang berkaitan erat dengan proses islamisasi di Minangkabau. 

Syekh Burhanudin adalah seorang tokoh ulama dan pengembang ajaran Islam di Minangkabau yang perannya sangat besar. Peninggalan yang menyangkut Syekh Burhanudin adalah komplek makam dan surau Tanjung Medan. 

Peristiwa mengenai Syekh Burhanudin telah termaktub dalam catatan para ahli dan penulisnya tidak hanya berasal dari dalam negeri tetapi juga luar negeri. Tiga dari penulis Indonesia yang mengupas peran Syekh Burhanudin sebagai pengembang agama Islam yaitu Hamka dalam Sejarah Umat Islam (1961), Sidi Galba dalam Masjid Pusat Ibadah dan Kebudayaan Islam(1962) dan Prof. Muhammad Yunus dalam Sejarah Islam di Minangkabau (1969).