Showing posts with label Pontianak. Show all posts
Showing posts with label Pontianak. Show all posts

Ziarah Makam WaliyuaAllah, Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie dan keluarganya di Kompleks Pemakaman Batu Layang

Nisan Makam Sultan Kadriah Pontianak pertama
Syarif Abdurrahman Alkadrie
Berwisata ke Kota Pontianak wajib rasanya untuk singgah ke Batu Layang. Selain Bangunan Kesultanan Kadriyah dan Masjid Jami' di wilayah Beting, Pontianak, Komplek pemakaman Sultan Kadriah di Batu Layang merupakan peninggalan warisan maha penting bagi Kota Pontianak. Di Komplek pemakan ini dimakamkan Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, pembuka kota Pontianak dan Sultan  Hamid II Alkadrie, pembuat lambang negara Indonesia (Garuda Pancasila).

Untuk dapat menuju ke pemakaman Batu Layang, peziarah harus memasuki perkampungan sekitar 5 menit dari jalan raya. Letak bangunan berada di pinggir Sungai Kapuas. Rasa tenang dan gambaran kejayaan kesultanan Kadriah terpancar. Warna bangunan hijau dan kuning (emas) dan tulisan arab di beberapa nisan (yang penulis lihat adalah pada makam Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, Sultan Hamid II Alkadrie dan Ibunya) menunjukkan bahwa Islam adalah landasan utama dari Kesultanan Kadriah.

Sejarah Pemakaman Kesultanan Kadriah Pontianak, Batu Layang edisi Ziarah WaliyuaAllah Kalimantan Barat

Gapura Pintu Masuk Makam Kesultanan Pontianak

Pontianak adalah kota yang terkenal dengan sebutan kota katulistiwa. Kota multi etnis dengan penduduk asli yang beragam yaitu suku Dayak, Melayu dan Tionghoa. Kota Pontianak saat ini ramai dikunjungi wisatawan dan pedagang, dilihat dari  disediakannya 5x penerbangan untuk rute penerbangan dari Jakarta ke Pontianak. Sejarah kota Pontianak berawal dari jasa seorang wali Allah yang bernama, Syarif Abdurrahman Alkadrie.  Syarif Abdurrahman Alkadrie adalah waliyuallah yang membuka kota Pontianak dan menjadikan Pontianak sebagai  kota pelabuhan dan perdagangan. 

14 Rajab 1185 H atau 23 Oktober 1771, Syarif Abdurrahman Alkadrie membuka pertama kota Pontianak. Rombongan waliyuallah Pontianak, Syarif Abdurrahman Alkadrie membuka hutan di persimpangan tiga sungai yaitu Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil dan Sungai Kapuas. Syarif Abdurrahman Alkadrie kemudian mendirikan balai dan rumah sebagai tempat tinggal dan tempat tersebut diberi nama Pontianak. Pada Bulan Syaban di tahun 1185 H, tahun yang sama dengan dibukanya kota Pontianak, Syarif Abdurrahman Alkadrie, dinobatkan sebagai Sultan pertama Kerajaan Pontianak.