Showing posts with label denpasar. Show all posts
Showing posts with label denpasar. Show all posts

Daftar Makam - Makam Islam Bersejarah di Pulau Bali

Belajar sejarah Islam di Pulau Bali dapat dilakukan dengan menyelusuri artefak peninggalan Islam baik itu berupa masjid, al Quran tulisan tangan, bangunan , peninggalan kerajaan Islam Bali bahkan termasuk makam auliya yang telah meninggal ratusan tahun yang lalu.

Makam auliya di Pulau Bali yang sering di ziarahi umat Islam dari seluruh penjuru Indonesia banyak jumlahnya. Ada tujuh makam yang termasuk dalam Sab'atul Auliya (Walipitu) , ada makam tokoh - tokoh kerajaan yang berkaitan dengan penyebaran Islam di Pulau Bali.

Berikut daftar Makam - Makam Islam Bersejarah di Pulau Bali :

1.   Pangeran Mas Sepuh (Raden Amangkuningrat) 
2.   Habib Ali bin Abu Bakar bin Umar bin Abu Bakar 
      Al-Hamid
3.   Habib Ali bin Zainal Abidin Al-Idrus 
4.   Syekh Maulana Yusuf Al-Baghdi Al-Maghribi
5.   Habib Umar bin Maulana Yusuf Al-Maghribi 
6.   The Kwan Lie, Syekh Abdul Qodir Muhammad
7.   Habib Ali bin Umar bin Abu Bakar Bafaqih

Merupakan Walipitu berdasarkan Buku Sejarah Wujudnya Makam Sab’atul Auliya’, Wali Pitu oleh KH. Toyib Zaen Arifin.

8.   Dewi Siti Khotijah 
9.   Pangeran Sosrodiningrat  

Makam Dewi Siti Khotijah dan Pangeran Sosrodiningrat berada di Ibukota Propinsi Bali yaitu Denpasar.

10. Raden Datu Mas Pakel atau Sunan Mumbul
11.Bunda Siti Syarifah di Suwung 
12.Tn.Guru Haji Abdullah Baharuddin di Serangan

Sejarah Keramat Agung Pamecutan Edisi Ziarah Wali Pitu Bali Makam Raden Ayu Pamecutan (3)

Makam Wali Allah di Tengah Setra Badung
di Daerah Monang - Maning Denpasar

Kisah Raden Ayu Siti Khotijah memeluk agama Islam adalah karena perkenalan beliau kepada Islam melalui suaminya Pangeran Cakraningrat IV dari Bangkalan Madura. Pangeran Cakraningrat IV adalah suami dan juga penyembuh sakit kuning yang diderita Raden Ayu Siti Khotijah berkat izin Allah SWT.


Setelah Pangeran Cakraningrat IV dapat menyembuhkan raden Ayu Siti Khotijah, Raja Pamecutan memanggil Beliau untuk menyampaikan ucapan terima kasih dan menanyakan apakah Pangeran Cakraningrat IV jatuh hati pada putri Beliau. Pangeran Cakraningrat IV menyatakan beliau sangat terpesona dan mencintai putri Gusti Ayu Made Rai. Dengan adanya pengakuan dari kedua belah pihak maka mereka dinikahkan di Istana Kerajaan Pamecutan yang disaksikan oleh 40 orang pengawal Pangeran Cakraningrat IV dan seluruh keluarga kerajaan Pamecutan.