Showing posts with label Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf Bukit Duri. Show all posts
Showing posts with label Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf Bukit Duri. Show all posts

Karomah Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf Bukit Duri (Edisi Wisata Religi Bogor)

Potret Muda Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf Bukit Duri

Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf Bukit Duri dimakamkan di TPU Lolongok, di Jalan Lolongok, Bogor, Jawa Barat. Berjarak 200 Meter dari makam guru Beliau, Habib Abdullah bin Muhsin Al-Aththas (Habib Empang Bogor). Makam beliau sangat asri dan nyaman untuk membaca doa karena terdapat alas karpet. "Banyak peziarah yang datang kesini", ujar seorang Ibu tua yang menjadi penjaga makam. 

Wali Allah yang mengajar tanpa kenal lelah, sederhana, ikhlas, selalu mementingkan kesederhanaan dan disiplin. Kedisiplinan Beliau tidak hanya dalam hal mengajar, tapi juga dalam soal makan. “Walid tidak akan pernah makan sebelum waktunya. Dimanapun ia selalu makan tepat waktu.” tutur Habib Ali bin Abdurrahman, putra Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf Bukit Duri. Mengenai keikhlasan dan kedermawanannya, beliau selalu siap menolong siapa saja yang membutuhkan bantuannya.

Karya Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf Bukit Duri (Edisi Ziarah Wali Allah Bogor)

Pintu Masuk Makam Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf
Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf dikenal dengan sebutan Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf Bukit Duri. Seorang wali Allah yang yang berpulang ke Rahmatullah Selasa, 26 Maret 2007 di usia ke 99. Wali Allah, Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf Bukit Duri dimakamkan di TPU Lolongok, yang berjarak 200 meter, atau perkiraan 5 menit berjalan kaki dari Mesjid Empang, Bogor. 

Berkisah tentang Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf Bukit Duri ketika menjadi pelajar, beliau adalah pelajar yang mau bekerja keras, berprestasi cemerlang dan berakhlak yang menjadi teladan teman - temannya. Lahir di Cimanggu, Bogor, tahun 1908, putra dari Habib Ahmad bin Abdul Qadir Assegaf telah menjadi yatim sejak kecil. Dengan semangat Beliau untuk menuntut ilmu kepada seorang ulama, beliau tak segan-segan melakukannya dengan bersusah payah menempuh perjalanan puluhan kilometer untuk belajar ke Habib Abdullah bin Muhsin Al-Aththas (Habib Empang Bogor) dari sekolahnya di Jamiat Al-Khair, Jakarta.