Showing posts with label Santri Bethot. Show all posts
Showing posts with label Santri Bethot. Show all posts

Kota Depok sangat berpotensi sebagai Destinasi Wisata Religi (Edisi Jejak Waliyuallah Lie Suntek atau Santri Bethot, Depok, Jawa Barat)


Daerah di sekitar Makam Lie Suntek, Tapos, Depok, Jawa Barat

Ketika kita hendak berpergian berwisata religi untuk berziarah dan mengenal sosok wali Allah di sebuah daerah yang dikenal dengan makam walinya seperti Kudus, Demak atau bahkan di Pulau Bali, kita dipermudah dengan banyaknya informasi yang lengkap mengenai lokasi makam dan sejarah perjuangan wali tersebut. Tidak jarang banyak jasa tour travel yang mengatur perjalanan wisata ziarah wali tersebut.

Bila kemudian ketika kita memutuskan sendiri untuk mencari makam wali Allah di daerah yang terkenal akan makam wali tersebut, kita bertanya pada penduduk sekitar dengan mudah mereka akan mengerti dan menunjukkannya kepada kita. Tetapi sangat berbeda dengan Kota Depok. Kota yang dikenal dengan kota pelajar karena banyak terdapat perguruan tinggi (Universitas Indonesia salah satunya), sangat sedikit sekali memiliki informasi mengenai tokoh pejuang Islam yang dimakamkan di Kota Depok. Padahal Kota Depok sangat berpotensi sebagai destinasi wisata religi.


Pusara Suci wali Allah yang dimakamkan di sekitar mata air kali Sunter
Lie Suntek atau Ki Kuning atau Santri Bethot

Salah satunya adalah sosok Lie Suntek, pejuang Islam yang dimakamkan di keramat Poncol Rt. 03 RW 05 Kelurahan Cilangkap Kecamatan Tapos Kota Depok di sekitar Mata Air Kali Sunter. Beliau dikenal oleh masyarakat sekitar dengan nama Ki Kuning. Mbah Dalem Kuning Lie Suntek adalah Putra Panji Wanayasa yang beristrikan seorang Cina Batavia. 

Lie Suntek alias Santri Bethot yang menjadi salah satu penasehat khusus dan bendaharawan Kerajaan Banten pada tahun 1682. Menurut blog historischen berpeti peti harta kerajaan Banten diduga disembunyikan oleh pasukan santri Bethot disepanjang aliran kali Sunter. 


Pepaya Spesial dengan dahan yang lebih dari satu batang
di sekitar mata air Kali Sunter

Lie Suntek adalah Ki Kuning, wali Allah pejuang Islam yang Dimakamkan di Depok (Edisi Mencari Jejak Wali Allah dan Tempat Bersejarah di Depok, Jawa Barat)

Dalam menelusuri jejak peninggalan sejarah di Kota Depok, Jawa Barat nama Lie Suntek adalah salah satu nama yang memegang peranan penting dalam sejarah yang dimakamkan di Depok. Berbekal informasi yang didapat dari tiga blog yang terlebih dahulu telah memberikan informasi yang sangat berharga mengenai wali Allah, Lie Suntek yaitu blog pahlawan kali sunter, padepokan depok dan historischen.

Jalan menuju ke Makam Lie Suntek, wali Allah Depok, Jawa Barat

Berbekal dari alamat yang diberikan di tiga blog tersebut kamipun menelusuri Rt. 03 RW 05 Kelurahan Cilangkap Kecamatan Tapos Kota Depok di sekitar Mata Air Kali Sunter. Sangat sulit ketika kami bertanya kepada penduduk sekitar mengenai petunjuk lokasi makam Lie Suntek. 

Pusara Lie Suntek atau Mbah Dalem Kuning, Keramat Poncol Depok Jawa Barat


Bersyukur ketika bertanya kepada seseorang Beliau mau menjelaskan arah bahkan mengantarkan kami ke sebuah makam. Ia tidak tahu bahwa makam tersebut adalah makam Lie Suntek yang diketahui adalah makam Ki Kuning yang keramat. Tanpa papan nama dan nisan, makam wali Allah, pejuang Islam ini tampak bersahaja.

Penduduk sekitar mengatakan banyak sekali ketika malam jumat orang yang datang. Tetapi ketika ditanya kepada mereka siapakah tokoh yang dimakamkan di sini mereka hanya mengetahui bahwa beliau adalah Ki Kuning. Dari blog pahlawan kali sunterlah disebutkan nama lengkap dari wali Allah Depok yaitu Mbah Dalem Kuning Lie Suntek yang dimakamkan di tepi mata air Kali Sunter, Cilangkap Tapos Depok. Yang hingga kini masyarakat lebih mengenalnya dengan Ki Kuning. 

Makam kuno di sekitar Makam Lie Suntek atau Ki Kuning, Depok Jawa Barat

Menurut sejarah bahwa waliyuallah Depok Lie Suntek adalah pemimpin pasukan khusus Banten diwilayah Cilangkap Tapos Depok melawan VOC pada 1682. Mbah Dalem Kuning Lie Suntek merupakan pengawal Ambo Mayangsari , istri Pangeran Mahkota Banten, Pangeran Purbaya (putra Sultan Ageng Tirtayasa Banten). Nyai Ambo Mayangsari masih keturunan dari Ki Kartaran atau Purwagalih keturunan Prabu Siliwangi. Peranan Ambo Mayangsari dalam peperangan Banten dengan VOC sangat vital, sebab beliaulah yang mengatur logistik dan pengadaan dana pelarian.