Sejarah Nama Kota Batu, mengapa? (Edisi Ziarah waliyuallah Syech Gonaim atau Mbah Mbatu atau Mbah Wastu,Batu,Malang,Jawa Timur)

Gapura di depan Makam waliyuallah Syech Gonaim atau Mbah Mbatu atau Mbah Wastu

Karena eyangku berasal dari Malang, paling tidak satu tahun sekali kami pasti mudik ke Malang. Tak lupa kami mengunjungi kota Batu yang terkenal dengan berbagai macam objek wisata yang sangat seru. 

Ketika saya kecil, biasanya berwisata ke Selecta, Kota Bunga atau petik apel di Agro Wisata Batu. Kini makin beragam objek wisata di Kota Batu dengan atraksi yang sangat menarik. Sebagai contohnya. Museum angkutan yang baru di buka maret ini. Dengan tatanan tempat berstandar internasional membuat pengunjung dapat asyik bergaya seperti di luar negeri.

Taman Insekta di Wisata Eco Green Park, Batu, Malang , Jawa Timur

Dari kecil saya bertanya dalam hati mengapa kota yang indah dan sejuk ini diberi nama "BATU". Padahal kota Batu ini terkenal dengan apelnya dan banyak terdapat patung apel super besar, mengapa namanya bukan kota "APEL"?

Alun - Alun Kota Batu, Malang, Jawa Timur

Ternyata terdapat sejarah mengapa nama kota di dataran tinggi di kaki Gunung Panderman ini dinamai kota "Batu". Dari beberapa pemuka masyarakat setempat mengisahkan bahwa sebutan Batu berasal dari nama seorang ulama pengikut Pangeran Diponegoro yang bernama Abu Ghonaim atau disebut sebagai Kyai Gubug Angin yang selanjutnya masyarakat setempat akrab menyebutnya dengan panggilan Mbah Wastu. 

Dari kebiasaan kultur Jawa yang sering memperpendek dan mempersingkat mengenai sebutan nama seseorang yang dirasa terlalu panjang, juga agar lebih singkat penyebutannya serta lebih cepat bila memanggil seseorang, akhirnya lambat laun sebutan Mbah Wastu dipanggil Mbah Tu menjadi Mbatu atau "BATU" sebagai sebutan yang digunakan untuk Kota dengan suhu udara rata-rata 15-19 derajat celcius.

Gubah Makam waliyuallah Syech Gonaim atau Mbah Mbatu atau Mbah Wastu

Makam dari Mbah Wastu atau Mbah Batu (Syech Gonaim) merupakan tempat wisata religi dan ziarah wali di Malang yang ramai dikunjungi peziarah. Makam beliau terawat asri dan luas membuat kita yang datang nyaman berdoa dan bertafakur. Lokasi makam Mbah Wastu atau Mbah Batu adalah di  Dusun Banaran, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Malang, Jawa Timur.

Wisata Religi, Wisata Ziarah Wali di Kota Batu, Malang Jawa Timur (Edisi Ziarah wali Allah Syech Gonaim atau Mbah Mbatu atau Mbah Wastu,Batu,Malang,Jawa Timur)

Objek wisata Batu, Malang, Jawa Timur terkenal dengan wisata adrenalin, wisata edukasi dan wisata alam. Wisata adrenalin dikarenakan banyak terdapat objek wisata yang menyuguhkan beraneka ragam permainan. Tempat wisata adrenalin di Kota Batu, Malang seperti Jatim Park 1, Jatim Park 2, Batu Night Spectacular dll.

Tempat wisata edukasi yang terkenal di Kota Batu,Malang, Jawa Timur adalah Eco green park, Batu Secret Zoo dan museum angkutan. Di tempat ini pengunjung pengunjung dapat belajar tentang aneka ragam satwa, ekosistem ataupun teknologi seperti di Museum Angkutan.

Kawasan Wisata Eco Green Park, Batu Malang, Jawa Timur

Selain tempat wisata yang di buat oleh manusia, terdapat objek wisata alam yang indahnya luar biasa seperti air terjun Coban Rondo, Pemandian Songgoriti atau Selecta. Objek wisata ini terkenal sejak jaman dahulu.

Lalu bagaimana dengan wisata religi atau wisata ziarah? 

Adakah tempat di daerah Batu, Malang yang dapat dikunjungi?

Tempat yang sering dikunjungi untuk berziarah adalah Komplek Mbah Wastu atau Mbah Batu di  Dusun Banaran, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Malang, Jawa Timur.

 Makam waliyuallah Syech Gonaim atau Mbah Mbatu atau Mbah Wastu

Di tempat wisata religi atau wisata ziarah Makam Mbah Wastu atau Mbah Batu, terdapat empat makam yaitu Syekh Abul Ghonaim atau Pangeran Rojoyo, Dewi Mutmainah, Dewi Condroasmoro (Mbah Tu), dan Kyai Naim. Beliau berempat adalah tokoh penyebar agama Islam di daerah Batu dalam periode tahun yang sama.

Sama halnya dengan wisata adrenalin, wisata edukasi dan wisata alam. Komplek makam Mbah Wastu  atau Mbah Batu juga ramai dikunjungi masyarakat yang berziarah wali di daerah Malang. Tidak hanya dari daerah Batu atau Malang saja, banyak pula peziarah yang datang ke Makam Mbah Wastu  atau Mbah Batu juga dari luar kota maupun luar negeri.



Gubah Makam waliyuallah Syech Gonaim atau Mbah Mbatu atau Mbah Wastu

Makam Wali Allah Syech Gonaim atau Mbah Mbatu atau Mbah Wastu merupakan tempat yang penting. Karena dari beberapa pemuka masyarakat setempat mengisahkan bahwa sebutan Batu berasal dari nama seorang ulama pengikut Pangeran Diponegoro yang bernama Abu Ghonaim atau disebut sebagai Kyai Gubug Angin yang selanjutnya masyarakat setempat akrab menyebutnya dengan panggilan Mbah Wastu. 

Dari kebiasaan kultur Jawa yang sering memperpendek dan mempersingkat mengenai sebutan nama seseorang yang dirasa terlalu panjang, juga agar lebih singkat penyebutannya serta lebih cepat bila memanggil seseorang, akhirnya lambat laun sebutan Mbah Wastu dipanggil Mbah Tu menjadi Mbatu atau "BATU" sebagai sebutan yang digunakan untuk Kota dengan suhu udara rata-rata 15-19 derajat celcius.