Karamah Syech Rama Haji Irengan atau Mama Haji Irengan dalam usaha menyebarkan agama Islam di Kuningan, Jawa Barat

Manusia terkadang menginginkan sebuah pembuktian agar ia mempercayai sebuah keyakinan. Hal ini terjadi juga kepada manusia terdahulu ketika mereka diperingatkan oleh seorang Nabi utusan Allah SWT agar mereka meninggalkan sesembahan berhala dan menyembah hanya kepada Allah SWT. Kisah Nabi Shaleh as dapat kita ambil pelajaran ketika Beliau diutus Allah SWT untuk mengingatkan Kaum Tsamut yang terjerat kesesatan. 

Kaum Tsamut adalah keturunan Nabi Nuh as yang telah meninggalkan kebenaran. Kaum Tsamut adalah penyembah berhala, semisal Wad, Jad, Had, Syams, Manaf, Manaat, al-Lata dan seterusnya. Kepada merekalah Nabi Shaleh diutus agar meninggalkan berhala. Kepada mereka Nabi Shaleh as berkata, 


“Dan kepada Tsamud (kami utus) saudara mereka shaleh. Shaleh berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku Amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)." (QS. Hud: 61).

Ajakan kebenaran dari Nabi Shaleh as dianggap angin lalu, masuk telinga kiri keluar telinga kanan. Nabi Shaleh as ditantang agar memberi bukti bahwa dia benar-benar seorang Nabi. Mereka berkata kepada Nabi Shaleh as, “Jika engkau seorang Nabi datangkan suatu mukjizat kepada kami”.

Mendapat tantangan ini, maka atas berkat rahmat ilahi Shaleh mendatangkan seokor unta betina dari tengah-tengah gurun pasir secara ajaib. Unta itu sangat besar, bahkan lebih besar jika dibandingkan dengan unta yang ada di sekelilingnya.Melihat mukjizat ini, beberapa kaum Tsamut mulai mempercayai Nabi Shaleh as dan mengikuti ajaran Nabi Shaleh as.


Mukjizat diberikan Allah SWT kepada para nabi, dan karamah diberikan Allah SWT kepada kekasihNya para wali Allah untuk membuktikan kepada manusia bahwa Allah SWT Maha Pencipta. Itulah latar kejadian terciptanya Balong Keramat Darma Loka oleh wali Allah, Syech Rama Haji Irengan atau Mama Haji Irengan. Beliau adalah utusan dari Sunan Gunung Jati, Cirebon  untuk menyebarluaskan agama Islam karena pada umumnya waktu itu kerajaan-kerajaan memeluk agama Hindu / Budha diantaranya kerajaan Galuh (di daerah Ciamis) dan kerajaan Raja Galuh (di daerah Majalengka). 

Darma merupakan pusat penyebaran agama Islam di Kabupaten Kuningan, untuk menggalang pengaruh agama Hindu dari kerajaan Galuh Ciamis, maka Syekh Rama Haji Irengan membuat pos penjagaan di daerah Panjalu Ciamis dan untuk menggalang pengaruh agama Hindu dari kerajaan Raja Galuh (Majalengka) maka dibuatkan pos penjagaan di daerah Sanghiang. Demi keperluan itu dibuatkan semacam kolam yang disebut balong Keramat Darmaloka. Berkat karamah dari Allah SWT, Syech Rama Haji Irengan atau Mama Haji Irengan membuat balong tersebut dalam satu malam yang membentuk lafad Muhammad.  


Darmaloka nama asalnya bukan Darmaloka, melainkan DARULMAI yang artinya nagara cai atau tempat sumber air, karena sebagian besar daerah Kabupaten Kuningan sumber airnya dari Darma bahkan ada istilah Cisandane nunjang ngalor dan Cikaliwung nunjang ngidul. Darulmai negara cai ini menandakan bahwa daerah Darma banyak terdapat sumber air hingga daerah Darma bisa memberikan kesuburan kepada manusia, hewan dan tanaman untuk sebagian besar daerah Kuningan bahkan sampai ke daerah Cirebon. 

Hingga kini kebesaran Allah SWT dapat dilihat di Darma Loka. Banyak peziarah yang datang mengunjungi makam Syech Rama Haji Irengan atau Mama Haji Irengan yang penuh karamah ini.