Kagumi Para Wali




Fadly (39), vokalis Padi, merasa senang bisa meluangkan waktu berziarah ke makam para wali penyebar agama Islam, termasuk makam Sunan Giri di Gresik, Jawa Timur.




Sebelum tampil dalam acara Sosialisasi Muktamar Nahdlatul Ulama yang digelar di Gresik, Jumat (8/5), Fadly menziarahi makam Sunan Giri.

Fadly mulai rutin berziarah ke makam para wali sekitar dua tahun terkhir. Ia merasa takjub dengan para wali karena saat sudah wafat saja masih memberikan manfaat bagi yang masih hidup, terutama masyarakat di sekitar makamnya. Fadly berharap bisa meneladani kebaikan dan jasa para wali yang menyebarkan agama Islam dengan pendekatan kebudayaan. 

"Perjuangan para wali juga memberikan inspirasi agar kita sungguh - sungguh memperjuangkan sesuati. Islam di Indonesia bisa besar juga berkat jasa para wali," kata pria bernama lengkap Andi Fadly Arifuddin itu. 

Saat hendak menuju makam dan turun tangga seusai berziarah, Fadly yang juga vokalis grup Musikimia diserbu ibu - ibu dan remaja putri yang minta foto bersama. Saat bertemu penggemar di kawasan wisata religi, Fadly merasakan hal yang luar biasa karena lebih syahdu.

Dia melayani permintaan penggemar dengan ramah. Kepada penggemarnya, Fadly minta didoakan agar grup band Padi yang sudah lima tahun vakum bisa tampil lagi. " Doakan saja kami dari Padi bisa bersama - sama kembali dan sengera mengeluarkan lagu lagi," katanya.

*dimuat di wawancara Kompas 10 Mei 2015

Ario Dillah atau Aryo Damar waliyuallah Palembang penghubung sejarah Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Galuh (Jelajah Sejarah wali Allah Palembang, Sumatra Selatan

Makam waliyuallah Palembang, Aryo Dillah atau Ario Damar

Makam Aryo Dillah atau Ario Damar di Jalan Ario dillah palembang tampak terbengkalai. Banyak sampah disekitarnya dan nampak tak pantas bagi seorang waliyuallah sholeh dan seseorang yang ayah yang melahirkan keturunan yang menjadi penguasa penting di negeri ini. 

Untuk memahami siapakah wali Allah yang dimakamkan di Palembang ini ,Agus Sunyoto, pengajar di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya Malang menuliskan Aryo Dillah atau Aryo Damar sangat penting dalam mempelajari peristiwa setelah perang bubat. 

Agus Sunyoto yang dikutip dalam blog serbasejarah.wordpress dalam memahami keturunan sunda yang juga menjadi raja di Majapahit kita harus melihat silsilah genealogi keturunan Aria Damar atau Aryo Dillah, Adipati Palembang. Dalam semua historiografi Jawa, disebutkan bahwa Aria Damar adalah putra Sri Prabu Kertawijaya dengan seorang perempuan bernama Endang Sasmitapura.

Makam Ario Damar atau Aryo Dillah di Jalan Aria Damar 3 Palembang

Aria Damar atau Aryo Dillah dibesarkan oleh ibu dan uwaknya, Ki Kumbarawa di pertapaan Wanasalam (nama hutan di selatan Majapahit). Selama menjalankan tugas sebagai panglima perang Majapahit, Aria Damar dikisahkan memiliki empat istri yaitu :

1. Sagung Ayu Tabanan.
Dari istri Sagung Ayu Tabanan, Aria Damar atau Aryo Dillah memiliki putra bernama Arya Jasan yang menurunkan raja-raja Tabanan di Bali. 

2. Wahita
Dari istri bernama Wahita, Aria Damar atau Aryo Dillah memiliki putra bernama Arya Menak Sunaya yang menurunkan raja-raja Madura. 

3. Nyi Sahilan
Dari istri bernama Nyi Sahilan, Aria Damar atau Aryo Dillah memiliki putra bernama Raden Sahun atau Pangeran Pandanarang yang menurunkan bupati-bupati Semarang dan Sunan Tembayat. Nyi Sahilan adalah putri Syarif Husin Hidayatullah. 

Melalui ikatan pernikahan inilah ria Damar atau Aryo Dillah menyiarkan Islam sampai kr daerah Siguntang, Prabumulih dan Meranjat. Syarif Husin Hidayatullah diangkat menjadi menak (bangsawan) Palembang.

4. Retno Subanci
Dari istri Cina bernama Retno Subanci, Retno Subanci lahir putra bernama Raden Kusen yang setelah dewasa menjadi Adipati Terung yang menurunkan bupati-bupati di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. 

Waliyuallah besar yang rendah hati, Ario Damar atau Aryo Dillah)

Dalam silsilah genealogi keturunan Aria Damar diperoleh penjelasan tentang kakek Aria Damar dari pihak ibu, yang bernama Kaki Palupa. Siapakah Kaki Palupa? Dalam cerita lisan dituturkan bahwa Kaki Palupa adalah seorang kepala prajurit Sunda yang selamat dari peristiwa pembunuhan Bubat karena memiliki ilmu bhairawa. 

Kaki Palupa dikisahkan tinggal di hutan Wanasalam dan mendirikan pertapaan di sana. Dari pernikahan Kaki Palupa dengan Nyi Palupuy, lahir Ki Kumbarawa dan Endang Sasmitapura.