Pangeran Papak, Adipati Tanjung Jaya Pendongkelan Jakarta Utara

Makam Pangeran Papak, Adipati Tanjung Jaya terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara. 



Terkenal dengan nama makam keramat Pendongkelan (yaitu daerah tempat dimana Pangeran Papak,  Adipati Tanjung Jaya dimakamkan). 

Letak makam Pangeran Papak,  Adipati Tanjung Jaya apabila dari Pasar Senen adalah di kiri jalan setelah lampu merah cempaka putih. Setelah traffic light ambil lajur kiri tapi bukan ke daerah cawang tetapi lurus ke arah Kelapa Gading (Jalan Perintis Kemerdekaan).


Lokasi makam keramat Pangeran Papak,  Adipati Tanjung Jaya di dekat halte busway koridor halte busway Pendongkelan sebelum halte busway ASMI. Terdapat rumah dan pohon besar yang teduh.

Lapangan parkir di makam keramat Pangeran Papak, Adipati Tanjung Jaya  cukup luas dapat menampung tak kurang 4 mobil dan motor. 



Meski tak banyak yang mengetahui makam keramat Pangeran Papak,  Adipati Tanjung Jaya di Pendongkelan Jakarta Utara, tetapi banyak peziarah yang berkunjung. 

Nama pangeran Papak nampaknya adalah sebuah gelar. Pangeran Papak yang dimaksud pada Makam Keramat Pedongkelan, adalah Adipati Tanjung Jaya. Beliau adalah salah satu dari Tujuh Wali Betawi.

Travelling sambil Belajar Sejarah Islam di Cirebon sambil Wisata Kuliner..Seru!


Cirebon adalah kota di pesisir utara Jawa yang merupakan daerah transit apabila kita berkendaraan dari Jawa barat atau Jakarta menuju Jawa Tengah , Jawa Timur dan Pulau Bali. Cirebon memiliki segala eksotikanya sehingga merupakan salah satu destinasi wisata karena memiliki banyak sekali peninggalan sejarah yang bernuansa Islam. Dari mulai keraton, makam wali Allah, Sunan Gunung Jati, ritual, prosesi dan benda - benda bersejarah yang sampai saat ini terjaga.

Sejarah Islam Cirebon dimulai dari ketiga putra dari Prabu Siliwangi sebagai cikal bakal dan purwanya sebagian besar rakyat Pajajaran memeluk Agama Islam. Dan akhirnya Pajajaran agama Sang Hiang/Hindu-Budha lenyap dari muka bumi sebagai negara dan diteruskan oleh Caruban/Cirebon sebagai negara yang beragama Islam. Dengan perkataan lain Pajajaran adalah awal Cirebon, Cirebon adalah akhir Pajajaran. Pula Cirebon jadi kerajaan Islam yang pertama di pulau Jawa dan Demak adalah kerajaan Islam keduanya. 

Tahun 1479, Dewan Wali Sanga yang diketuai semula oleh Sunan Ampel dan setelah Sunan Ampel wafat Dewan Wali diketuai oleh Sunan Gunung Jati Syekh Syarif Hidayatullah. Kemudian pada tahun itu juga Dewan Wali Sanga memproklamirkan Cirebon sebagai Negara Islam Merdeka untuk basis penyebaran agama Islamnya.

Jangan lupa selain melakukan penelusuran sejarah, sempatkan untuk mencicipi masakan lokal yang sangat lezat seperti :


1. Serabi



Serabi cirebon berbeda dengan serabi di daerah lain dimakan dengan menggunakan kuah. Serabi Cirebon hanya ada di pagi hari , bahkan Serabi Cirebon di Pasar Kanoman Cirebon buka pada pukul 5 pagi.

Serabi Cirebon dimakan dengan gorengan, terdapat tempe goreng, tahu, bala - bala, bahkan pisang goreng.

Serabi Pasar Kanoman
Pasar Kanoman, Jalan Lemahwungkuk, Cirebon
Jam buka : subuh hingga pagi hari


2. Empal Gentong



Tak lengkap apabila pergi ke cirebon tanpa makan empal gentong. Empal gentong ada yang menggunakan santan ada yang tidak menggunakan santan yang disebut empal asem.Empal gentong pun ada yang menggunakan daging atau jeroan. 

Empal gentong dapat ditemani dengan sepiring nasi atau lontong. Tergantung selera. Jangan lupa menikmati kerupuk kulit yang renyah dan cabe bubuknya yang khas.

Empal Gentong Krucuk 
Jalan Slamet Riyadi No. 5 Cirebon
Jam Buka : 07.00 - 21.00

Empal Gentong Asem Amarta
Jl. Ir. H Juanda No. 37, Plered, Cirebon
Jam Buka : 09.30 - 21.00

3. Mie Koclok



Mie koclok cirebon memiliki rasa tersendiri dengan merica yang terasa. Mi koclok Cirebon adalah mie rebus yang disajikan dengan siraman kuah kental, irisan daun bawang, kol, taoge, telur rebus, suwiran daging ayam, teburan bawang goreng serta merica dan sambal merah di salah satu sisinya. Ditambah lagi dengan kerupuk putih kecil hangat dan nikmat.

Mie Koclok Panjunan
Jalan Panjunan, Cirebon dekat Masjid Merah Panjunan
Jam Buka : 17.00 - 23.00

4. Bubur Sop Ayam



Yang membedakan bubur ayam dengan bubur sop ayam cirebon ini adalah siraman kuah sop ayam. Pada bubur sop ayam  berisi suwiran daging ayam, kentang, bihun, sayuran, dan kacang ini disiram dengan kuah sop ayam. 

Bubur Sop Ayam M. Kapi
Jalan Tentara Pelajar, Cirebon. Tepatnya di samping jembatan Tentara 
Jam BUka : 17.00 hingga habis


5. Tahu Gejrot



Tahu gejrot cirebon terkenal karena tahunya yang gurih dan renyah ditambah dengan kuah kecap manis bersambal pedas bercampur bawang putih dan bawang merah. Memakan Tahu gejrot cirebon harus siap dengan kepedasannya. Di Cirebon, tahu gejrot banyak dijumpai. Salah satunya adalah di pasar Kanoman Cirebon atau di Pusat Oleh - Oleh Toko Daud.

Tahu Gejrot Pusat Oleh - Oleh Toko Daud 
Jalan Sukalila Utara No 4D, Cirebon
dekat dengan Pasar Pagi Cirebon
Jam Buka : 07.00 - 20.00 

6. Docang




Docang merupakan makanan para wali. Makanan yang terdiri dari daun singkong, tauge rebus, parutan kelapa disiram dengan kuah oncom dan disajikan dengan lontong. 

Terdapat kisah mengenai Docang ini sehingga disebut makanan para wali . Dahulu Pangeran Rengganis tidak menyukai kegiatan para wali songo menyiarkan agama islam di tanah Jawa termasuk di Cirebon. Bermaksud ingin menyudahi kegiatan tersebut, sang pangeran pun membuat masakan untuk wali songo yang sedang berkumpul di Masjid Sang Cipta Rasa yang dibumbui dengan racun. Tetapi malah para Wali tidak meninggal diracun malahan mereka sangat menyukai makanan ini. 

Docang Ibu Kapsa
Jalan Siliwangi, Cirebon 
(depan Jalan Stasiun Kejaksan)
Jam Buka : 06.00 - 09.00

7. Bubur Kacang Hijau dan Bubur Ketan Hitam



Ketika malam - malam tiba atau bahkan pagi dini hari bubur kacang hijau dicampur ketan hitam dapat menghangatkan perut. Ringan dan rasanyapun nikmat. Di restauran yang menjual bubur kacang hijau ini juga menjual bubur ayam yang lezat.

Bubur M.Toha
Jalan M. Toha Cirebon
(pertigaan Jl Siliwangi, Cirebon – seberang hotel Amaris)
Jam buka : 24 jam


8. Nasi Lengko


Nasi Lengko adalah nasi yang berisi berisi irisan timun kecil-kecil, taoge, daun bawang, irisan tempe, dan tahu, kemudian disiram dengan bumbu kacang pedas serta taburan bawang goreng. Rasanya sangat segar dan lebih nikmat lagi bila dimakan dengan  sate kambing bumbu kacang dan kerupuk putih. 

Nasi Lengko H. Barno
Jalan Pagongan 15b , Cirebon
Jam Buka: 06.00 – 21.0

9. Nasi Kuning




Nasi kuning  merupakan kuliner malam khas Cirebon. Disajikan hangat dan dapat dipilih untuk hidangan lainnya adalah gorengan, suwiran dadar telur, lauk ayam, oreg tempe dan sambal.

Nasi Kuning "Ibu Mar" 
pinggir jalan Kesambi, sebelah kanan jalan dari arah RS Gunung Jati, tepat sebelum rel kereta api 
jam buka : malam hari


10. Nasi Jamblang





Kuliner yang identik dengan Cirebon adalah nasi jamblang. Nasi yang beralaskan daun jati dan sambal cabe merah yang khas membuat kita ketagihan untuk makan nasi jamblang. Pilihan lauk yang ditawarkan sangat banyak. Terkadang membuat kita kalap memilih.

Nasi Jamblang Mang Dul
Jl. Dr. Cipto Mangunkusomo No. 58, Cirebon
Jam Buka : 16.00 - 24.00

Nasi Jamblang Bu Nur
Jl. Cangkring II No. 34, Kejaksan, Cirebon
Jam Buka :07.00 - 22.00