Makam Keramat Keluarga Saba'ani dan Makam Nisan Kuda di Pulau Derawan (Jelajah Sejarah Leluhur Sholeh di Kepulauan Derawan)

Bercerita tentang Pulau Derawan pasti mendengar kisah serunya snorkeling dan diving karena di Pulau Derawan terdapat setidaknya 460 jenis karang dan ini terbanyak kedua setelah Raja Ampat di Papua Barat. Di Derawan setidaknya ditemukan lebih dari 870 jenis ikan mulai dari kuda laut kerdil hingga pari manta raksasa. 

Di Pulau Kakaban, dengan jarak tempuh 45 menit dari Pulau Derawan, terdapat danau ubur-ubur terbesar dan paling beragam di dunia, termasuk empat spesies unik ubur-ubur stingless yang dapat berenang terbalik. Inilah alasanya mengapa Kakaban dipertimbangkan menjadi nominasi Situs Warisan Dunia UNESCO. 

Lalu bagaimana dengan wisata sejarah di Pulau Derawan? 

Salah satu situs sejarah yang wajib dikunjungi adalah komplek makam keramat yang terletak di ujung Pulau Derawan. Terdapat dua situs bersejarah yaitu makam Saba'ani dan makan nisan kuda. Banyak orang salah menyebutkan bahwa makan nisan kuda adalah makam Saba'ani.

Ternyata keduanya adalah berbeda. Letak makam Saba'ani berbeda dengan letak makam nisan kuda. Dari penuturan salah satu warga Pulau Derawan, makam Saba'ani adalah kuburan keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak - anak. Mereka turut berjuang melawan penjajah kolonial Belanda. 

Makam Saba'ani rapi terjaga. Tidak terlihat jelas tulisan di nisan kayu hanya tertera tahun 1900. Salah satu warga Derawan ada yang mengatakan bahwa Keluarga Saba'ani adalah keluarga dari Filipina Selatan. Berjalan 5 menit terdapat komplek makam yang salah satu makamnya bernisan kuda. Makam tersebut adalah makam kuda milik prajurit yang ke Derawan dengan menaiki dua kuda secara bergantian. 

Ketika kuda tersebut meninggal maka dikuburkan dengan pertanda nisan berbentuk kuda berwarna putih. Yang hingga kini menjadi situs bersejarah yang banyak dikunjungi wisatawan yang berwisata ke Pulau Derawan. Apakah prajurit itu keluarga Saba'ani? pertanyaan ini yang hingga saya pulang belum terjawab.

Tiga Lokasi Wisata Sejarah dan Ziarah di Pulau Derawan, Kabupaten Berau Kalimantan Timur (Edisi Mencari Jejak Para Wali dan Leluhur Sholeh di Pulau Derawan)

Berkunjung ke Pulau Derawan di kepulauan yang berada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur sangatlah berkesan karena keindahan alam laut, pasir putih dan hewan - hewan laut seperti penyu hijau dan aneka ikan karang yang berwarna warni indah. Ketika kita berkunjung ke Pulau Derawan, wajib kiranya kita juga mengunjungi Pulau lainnya di sekitar Pulau Derawan, yakni Pulau Maratua, Kakaban , dan  Sangalaki yang ditinggali satwa langka penyu hijau dan penyu sisik.


Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur merupakan surga 
tropis yang sempurna

Pulau Derawan yang terletak di Kepulauan Derawan, Kecamatan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur menyuguhkan wisata laut karena perairan sekitarnya terdapat taman laut sehingga kita bisa menyelam snorkeling atau wisata selam (diving) dengan kedalaman sekitar lima meter. Wisata lainnya yang wajib dijelajahi adalah wisata religi mengunjungi leluhur sholeh di Pulau Derawan ini.

Berwisata sejarah Pulau Derawan ini sangatlah mudah dapat ditempuh dengan berjalan kaki atau dengan menggunakan sepeda yang dapat disewa perjam Rp. 20.000. Jalan yang ditempuhpun sangatlah mudah karena hanya ada satu jalur saja. Ketika mencari informasi lokasi tempat ziarah sebelum keberangkatan ke Pulau Derawan kata kunci yang kami gunakan adalah wisata ziarah Derawan.


Bersepeda menjelajah Derawan

Sejarah mengenai makam di Derawan ini hanya berdasarkan penuturan masyarakat setempat tidak ada sebuah babad yang menjelaskan tentang siapa yang dimakamkan. Terdapat tiga lokasi makam bersejarah yang wajib untuk dikunjungi ketika berkunjung ke Derawan ini :

1. Makam Saba'ani




2. Makam Nisan Kuda



3. Makam Keramat keluarga Kesultanan Berau