Catatan Perjalanan Ziarah Menuju Sang Hyang Sirah, Ujung Kulon, Jawa Barat

Alhamdulillah impian kami terwujud Sabtu, 1 November 2014 menginjakkan kaki di Sang Hyang Sirah, Ujung Kulon. Tempat dimana sahabat Rasulullah, khalifah ke 4, Sayyidina Ali bin Abi Thalib bertemu dengan Prabu Kian Santang.

Perjalanan kami dimulai dari mengunjungi rumah Bapak Juhendi. Beliau yang membantu kami untuk mengurus segala keperluan untuk pergi ke Sang Hyang Sirah, Ujung Kulon. Dari mulai menyiapkan kapal, mencari porter hingga menyiapkan bahan makanan. Alhamdulillah, kami bersyukur abah (ayah dari Pak Juhendi) juga turut serta dalam perjalanan ke Sang Hyang Sirah. 

Kami berangkat dari Jakarta menuju Desa Ujung Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Jawa Barat. Rute yang ditempuh adalah sama seperti ketika kita akan menuju pulau Umang. Berangkat dari Jakarta Jumat pukul 19.00 kamipun seharusnya tiba di Ujung Jaya pada pukul 02.30 tetapi karena kami salah mengambil jalan kamipun tiba pukul 06.30 pada hari Sabtu.

Berangkat dari Desa Taman Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Jawa Barat menuju Sang Hyang, Ujung Kulon terlebih dahulu kita melapor di Pulau Peucang. Rombonganpun beristirahat di kapal, sholat dan ke kamar kecil adapula yang berenang. Tetapi wajib berhati - hati ketika berenang di Pulau Peucang karena banyak terdapat ubur - ubur.

Berikut adalah kelengkapan yang dibutuhkan untuk berziarah ke Sang Hyang Sirah :
1. Makanan dan minuman yang cukup dapat dibagi 3 bagian (selama perjalanan di kapal ketika pergi dari Taman Jaya ke Sang Hyang Sirah, Selama di Sang Hyang Sirah dan ketika perjalanan pulang dari Sang Hyang Sirah menuju Taman Jaya)
2. Pakaian yang nyaman (walau dipantai berudara panas tetapi angin laut sangat besar)
3. jas hujan
4. sepatu atau sandal gunung yang nyaman
5. Guna kelengkapan  tiket masuk dan asuransi dibutuhkan fotokopi KTP
6. Sleeping bag
7. Drybag dan penutup tas tahan air
8. Kain putih penutup untuk berziarah
9. Senter dan baterai cadangan 
10. lilin

Terdapat pula pantangan yang diberitahukan oleh Bapak Juhendi yaitu :
1. Makan dan minum harus dalam keadaan duduk
2. Tidak sembarangan buang air besar dan buang air kecil
3. Tidak berbicara kasar, mengeluh, beranda yang berlebihan
4. Terus bershalawat, atau membaca doa
5. Tidak pergi menjelajah sendiri, perlu izin dari Bapak Juhendi


Sebelum berangkat ke Sang Hyang Sirah, Ujung Kulon ada baiknya meminum pil kina atau obat malaria karena Ujung Kulon adalah daerah endemi malaria. Obat antimalaria biasanya diminum seminggu sebelum berangkat. Kemudian diminum setiap minggu pada hari yang sama sampai 3-4 minggu setelah meninggalkan wilayah endemi. Jangan lupa selama Sang Hyang Sirah memakai lotion anti nyamuk guna pencegahan digigit nyamuk.

No comments:

Post a Comment