Makam Sunan Ngudung (Sayyid Utsman Haji) di Komplek Makam Troloyo (Edisi Wisata Ziarah Wali Allah Mojokerto)

Lokasi makam Sunan Ngudung di makam Troloyo, Mojokerto adalah disamping Masjid Baitul Muttaqin, dibelakang makam Sayyid Jumadil Kubro. 

Nama asli Sunan Ngudung adalah Sayyid Utsman Haji. Beliau adalah ayah dari Sunan Kudus, Sayyid Ja'far Shadiq. 

Di Kompleks makam Troloyo, Makam Sunan Ngudung terletak terpisah dengan makam Syech Jumadil Kubro. Walaupun letaknya terpisah, makam Sunan Ngudung (Sayyid Utsman Haji) memiliki ruang  yang khusus sama seperti makam makam Syech Jumadil Kubro.

Makam Sunan Ngundung
Terdapat banyak versi sejarah mengenai Sunan Ngudung (Sayyid Utsman Haji). Suami saya, Faisal  teringat lokasi makam Sunan Ngudung berada di Demak, Jawa Tengah di areal makam Raden Patah, Mesjid Agung Demak. 

Ketika saya telusuri catatan sejarah mengenai Sunan Ngudung (Sayyid Utsman Haji), saya mencoba berhati - hati untuk menuliskan kisah beliau. Hal ini berdasarkan ketidakcocokan sejarah yang saya dapatkan yaitu tertulis bahwa Sunan Ngudung (Sayyid Utsman Haji) meninggal ketika melawan Majapahit. 

Lalu mengapa makam Sunan Ngudung (Sayyid Utsman Haji) berada di makam Troloyo yang letaknya dekat dengan pendopo agung? Terdapat versi sejarah yang lain bahwa ketika pertempuran terjadi, Sunan Ngudung (Sayyid Utsman Haji) mati syahid dan jasadnya dibawa kembali ke Demak, Jawa Tengah.

Dengan mengenyampingkan tumpang tindih sejarah, keagungan Sunan Ngudung (Sayyid Utsman Haji) dapat dirasakan ketika berziarah ke makam beliau di kawasan makam Troloyo,  Mojokerto. Wali Allah yang mendapat panggilan Sunan Ngudung yang berarti penghulu rahmatullah di Udung ini memiliki keberkahan sampai saat ini. 

Selama hampir 500 tahun, makam wali Allah,  Sunan Ngudung (Sayyid Utsman Haji)  memberi ketenangan dan kekuatan tersendiri bagi orang - orang yang datang berziarah.

No comments:

Post a Comment